Selasa, 21 Februari 2012

fashion di kalangan remaja


Fashion di kalangan remaja putri merupakan target pasar yang potensial. Ada beberapa alasan kenapa remaja putri menjadi sasaran pasar yang menarik. Pertama, remaja putri merupakan  konsumen langsung. Kedua, remaja putri merupakan pembujuk yang hebat di lingkungan manapun. Ketiga, remaja putri adalah konsumen remaja masa depan. Artinya bahwa dengan bertambahnya waktu, remaja yang dulunya dibiayai orangtuannya untuk membeli produk-produk fashion akan berubah menjadi seorang remaja yang memiliki penghasilan sendiri untuk memenuhi kebutuhan fashion di masa mendatang. Bagi sejumlah produsen, kelompok remaja putri merupakan salah satu target yang menggiurkan. Alasannya karena remaja putri biasanya mudah terbujuk iklan, suka ikut-ikutan teman, tidak realistis, dan cenderung boros dalam penggunaan uang.
Di kalangan remaja yang memiliki orangtua dengan kelas ekonomi menengah ke atas, mal sudah menjadi rumah kedua bagi mereka. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka mengikuti trend mode yang sedang beredar. Padahal sebuah mode itu sendiri cenderung selalu berubah dari waktu ke waktu. Sedangkan di kalangan remaja yang memiliki orangtua dengan kelas menengah ke bawah, mereka berusaha untuk mengikuti trend mode yang sedang beredar walaupun uang menjadi kendala utama bagi mereka. Tetapi pada dasarnya, trend mode untuk kalangan menengah ke atas dan kalangan menengah ke bawah adalah sama. Yang membedakan adalah jenis barang dan harga barang tersebut. Untuk kalangan menengah ke atas, mereka membeli barang-barang yang bermerk ( Logo, Dust, Volcom, Billabong, Quicksilver, Ripcurl, Polo) dan tentu saja dengan harga yang lumayan mahal. Sedangkan untuk kalangan menengah ke bawah, mereka hanya bisa membeli barang-barang tiruan yang trend modenya sama dengan trend mode aslinya.
Pola konsumsi fashion tidak hanya dipengaruhi oleh status sosial ekonomi saja, tetapi juga dipengaruhi oleh adanya iklan. Peran iklan dalam meningkatkan pola konsumsi sangat besar karena iklan dapat menciptakan mode atau trend yang terbaru. Melalui iklan produk, fasion menjadi semakin melekat di kalangan remaja putri yang memperhatikan penampilannya. Kemunculan iklan produk fashion sendiri disesuaikan dengan sasaran pasar. Contohnya iklan baju Polo, celana jeans Logo, Lea, Dust yang sering terpampang di berbagai majalah remaja seperti Gaul, Gadis, Aneka, Hai, dan Olga. Dari iklan-iklan produk fashion tersebut, remaja putri akan dipengaruhi oleh perkembangan fashion yang beredar dari hari ke harinya.
Lingkungan sekitar merupakan tempat sosialisasi setelah di dalam keluarga. Pengaruh lingkungan terhadap kehidupan seseorang bisa lebih besar pengaruhnya dari pada pengaruh dalam keluarga itu sendiri. demikian juga dengan kehidupan remaja putri. Kehidupannya, dalam hal ini gaya hidupnya banyak dipengaruhi oleh lingkungan pergaulannya. Cara berdandan, cara berpakaian banyak dipengaruhi oleh lingkungan pergaulannya. Hal ini disebabkan karena remaja putri sebagian besar waktunya dihabiskan di luar rumah baik mengikuti bimbingan belajar, sekolah, kursus, atau hanya sekedar berkumpul dengan teman-temannya di pusat perbelanjaan atau mall. Oleh karena itu, faktor lingkungan juga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap pola konsumsi produk fashion di kalangan remaja putri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar